Bisakah Alergi Susu Sapi Disembuhkan? Para Mommy Wajib Menyimak 5 Hal Ini!

Sekitar 2 hingga 8 % anak-anak balita biasanya alergi dengan susu sapi. Meskipun para ahli percaya bahwa alergi susu sapi bisa juga menyerang anak berusia di atas 3 tahun, tapi teori seperti ini masih kontradiktif. Penyebab alergi pada anak selain susu sapi, biasanya terjadi juga pada pengonsumsi susu kambing, susu domba, dan susu kerbau juga.

Tanda atau gejala yang kerap muncul pada bayi dan anak-anak yang terserang alergi susu sapi antara lain; kulit gatal-gatal, napas terganggu, gelisah, lekas marah, muntah, diare, dan lain-lain. Kalau sudah begini, sebagai mommy yang baik, Anda tentu wajib lekas-lekas mengobatinya. Kalau bayi atau anak Anda terserang alergi susu, lakukan 5 hal ini.

  1. Beri Susu Alternatif

Susu alternatif untuk menyembuhkan alergi sebaiknya yang sesuai anjuran dokter. Anda bisa mengganti susu sapi dengan susu kedelai, tajin/susu beras, maupun susu formula yang rendah protein hidrolis. Berikan susu yang memiliki dasar nutrisi dari asam amino. Soalnya susu yang mengandung asam amino mudah diterima tubuh. Kiranya inilah susu alternatif terbaiknya.

  1. Rutin Beri ASI

Susu yang berasal dari seorang ibu memang tidak diragukan lagi kehebatannya. Kalau Anda masih bisa menyusui, jangan buru-buru menggantikan peran ASI dengan susu sapi. Jangka waku paling ideal sebelum melepas peran ASI adalah sekitar 2 tahun. Banyak ibu muda yang mengeluhkan anaknya kena alergi susu sapi gara-gara ini.

  1. Perkaya Makanan Bervitamin D

Vitamin D berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh anak. Sumber Vitamin D yang gratis berasal dari sinar matahari langsung ketika baru terbit. Selain itu, Anda bisa menambahkan beberapa makanan dalam menu sehari-hari, seperti bayam, brokoli, ikan salmon, tuna, sarden, dan telur.

  1. Konsultasikan pada Dokter Ahli

Ingat, ya. Tag-line-nya dokter ahli, bukan dokter pemula. Soalnya ini menyangkut kesehatan buah hati Anda. Siapa lagi yang mampu mengatasi masalah kesehatan kalau bukan dari ahlinya? Dokter yang sudah ahli menangani beragam penyakit anak maupun bayi, biasanya banyak dibutuhkan orang. Anda akan banyak menerima masukan dari sana.

  1. Anda Tidak Boleh Mengonsumsi Susu Sapi

Kalau buah hati Anda mau sembuh, Anda juga tidak diperkenankan mengonsumsi susu sapi. Ini hanya berlaku untuk Anda yang masih memberikan ASI. Soalnya ASI adalah hasil dari ekstrak gizi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kualitas output-nya (ASI) ditentukan oleh makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

Ada satu hal yang cukup esensial. Banyak yang masih menyamakan antara alergi susu sapi dengan intoleransi terhadap laktosa. Meskipun gejala yang timbul di antara keduanya relatif sama, tetapi pada faktanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Reaksi terhadap alergi susu melibatkan kekebalan tubuh gara-gara protein susu, sementara intoleransi laktosa hanya disebabkan oleh kurangnya enzim saja.

Untuk itulah, ketika Anda menemukan gejala-gejala seperti di atas, lebih baik langsung tangani, konsultasikan pada ahlinya kalau bingung. Terutama lagi kalau berkenaan dengan alergi susu sapi pada bayi Anda. Mereka masih perlu banyak sokongan gizi terbaik. Bukan alergi, maupun penyakit.

Pengobatan pada mereka tidak boleh ditunda-tunda, soalnya menyangkut masalah kesehatan yang bisa berdampak serius ketika tumbuh jadi remaja. Bahkan tak jarang yang efeknya bisa sampai dewasa. Sayang anak bukan berarti selalu memberi apa yang ia mau, tetapi memberi apa yang ia butuhkan.

Sharing is caring!

shares